Kamis, 09 Desember 2010

EMC: Memastikan Mobil Kebal dari Pengaruh Elektromagnetik




 Salah satu fasilitas Toyota Technical Center yang dikunjungi wartawan Asia Pacific di Jepang yang dinilai agak sukar dipahami adalah pengetesan electro-magnetic compactibility (EMC) di Toyota City. Sebabnya, wartawan tidak bisa melihat wujud atau merasakan pengaruh langsung dari medan atau gelombang elektromagnetik (electro-magnetic field/EMF).

Pada tempat tes lainnya bisa dilihat langsung akibatnya yang sensasional, misalnya, driving simulator, tes tabrakan, atau tes lainnya. Termasuk melihat ketahanan mobil diuji dari goncangan dan banjir.

Kedap suara
Ruang EMC adalah kamar kedap suara dengan dinding yang menggunakan bahan dengan bentuk khusus. Saat wartawan masuk, sedang dites satu unit sedan Lexus. Perlengkapan lain adalah antena. Kemudian wartawan diberi penjelasan tujuan tes dalam bentuk diagram oleh Yasuki Tagano, Manajer dari EMC.

Dijelaskan, dengan tes ini, mobil dijamin aman ketika berada di bawah pengaruh EMF yang kuat, misalnya, ketika berada di bawah menara pemancar televisi, radio, transmisitor, BTS telepon seluler, bahkan kabel listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), dan radar di bandara.

Di lain hal—mobil yang makin banyak menggunakan peranti kelistrikan dan elektronik—sekarang dipastikan tidak menimbulkan EMF di sekitarnya. Bisa saja kepada pengemudi, penumpang, dan pejalan kaki. Dulu kita melihat ketika mesin dihidupkan dekat televisi, maka di layar muncul garis-garis horizontal yang sangat mengganggu.

EMF sendiri dalam penelitian bisa memengaruhi kesehatan orang di sekitarnya. Misalnya, stres atau kanker. Karena itulah, ketika Toyota pertama kali memperkenalkan Prius di Amerika Serikat, muncul berbagai isu. Pengemudi mobil hibrida naik tekanan darahnya atau terlelap di belakang setir.

Delapan ruang 
Yasuki Tagano mengajak wartawan ke ruang kerjanya, tempat untuk memantau pengaruh mobil dari gelombang EMF melalui komputer dan video. Di layar monitor hanya tampak bagian mobil yang dites, misalnya, lampu dan spektrum gelombang suara.

Dengan adanya EMC ini, Toyota ingin menunjukkan, sebelum sebuah model diproduksi, harus menjalani tes ketat dan ekstensif dari pengaruh medan elektromagnetik.

Toyota, menurut Yasuki, saat ini punya delapan ruang EMC. Pertama, dibangun pada 1979 dan terbaru tahun lalu. Dalam hal pengetesan dilakukan, kendaraan dalam keadaan utuh dan komponen. Sedangkan frekuensi yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari 9 KHz sampai 2 GHz. Bahkan pengaruh kelistrikan sampai tegangan 600 volt.

Wartawan dibawa ke ruang khusus ini karena sebelumnya, yaitu saat Prius di-recall, banyak dugaan mobil tiba-tiba berakselerasi mendadak karena pengaruh EMF. Dalam hal ini komputer mesin (ECU), motor listrik yang menggerakkan dan mengaktifkan bukaan gas (karena menggunakan drive by wire), serta sensor-sensor pada pedal gas.

Komputer mesin
Menurut Yasuki, komputer mesin merupakan bagian kendaraan yang paling mudah dipengaruhi EMF. Karena itulah, bagian ini yang sangat ekstensif diteliti plus panel instrumen. Maklum, menyangkut keselamatan.

Sebenarnya, EMF sering terjadi di sekitar kita setiap hari. Contohnya, remote control yang diaktifkan seperti biasa tidak berfungsi menurut semestinya. Setelah didekatkan penerima gelombangnya (receiver), baru bisa bekerja. Pada kondisi lain—diaktifkan dari jarak jauh—berfungsi dengan baik.

Kini, mobil modern, apalagi yang hemat energi, makin banyak menggunakan komponen listrik dan elektronik. Hal yang sama juga berlaku pada mobil hibrida listrik. Semua itu menyebabkan peran EMC semakin penting untuk memastikan setiap mobil yang dibuat, aman dari gangguan atau menimbulkan EMF. Apalagi saat ini, dengan makin padatnya lalu lintas, tren orang berada di dalam mobil semakin lama!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar